Tor-Tor berasal dari suara hetakan kaki penarinya di atas papan rumah adat Batak dengan iringan Gondang yang juga berirama mengentak.
“Tujuan tarian ini dulu untuk upacara kematian, panen, penyembuhan, dan pesta muda-mudi. Dan tarian ini memiliki proses ritual yang harus dilalui,” (Mengupas Sejarah dan Makna Tari Tor Tor, National Geographic Indonesia, 14/6/2012).
Tarian tor-tor setiap suku batak juga berbeda atara yang satu dengan yang lain. Suku Batak terbagi kedalam beberapa jenis misalnya, Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun dan masih banyak lagi.
Gondrang Simalungun Tortohon sangatlah terkenal dikalangan masyarakat suku batak khususnya Batak Simalungun.
Tarian ini sering ditampilkan ketika upacara adat, pesta dan acara-acara adat lainnya.
Komentar
Posting Komentar